Pakaian Jas untuk Acara Penting, Cara Memilih agar Tepat dan Berkelas

Fashion50 Views

Jas masih menjadi salah satu pilihan pakaian utama ketika seseorang menghadiri acara yang menuntut penampilan resmi. Pernikahan, pelantikan, pertemuan bisnis, jamuan resmi, wisuda, pemberian penghargaan hingga acara kenegaraan merupakan beberapa kesempatan ketika setelan jas sering dianggap paling sesuai.

Meski bentuk dasarnya terlihat sederhana, memilih jas sebenarnya tidak cukup hanya berdasarkan warna atau harga. Tingkat formalitas acara, waktu pelaksanaan, lokasi, jenis bahan, potongan, kemeja, dasi, sepatu hingga ukuran harus dipertimbangkan secara bersamaan. Kesalahan kecil pada ukuran bahu atau panjang celana bahkan bisa membuat jas mahal terlihat kurang rapi.

Panduan etiket membedakan beberapa tingkat pakaian resmi, mulai dari business formal, semi formal, black tie hingga white tie. Untuk pria, business formal umumnya menggunakan setelan berwarna gelap dengan kemeja, dasi konservatif dan sepatu kulit, sedangkan black tie menuntut tuxedo beserta perlengkapan formal yang lebih lengkap.

Jas Bukan Sekadar Jaket yang Dipadukan dengan Celana Bahan

Istilah jas kerap digunakan secara luas untuk menyebut berbagai jenis pakaian pria dengan jaket berkerah. Padahal terdapat perbedaan antara suit, blazer, sport coat dan tuxedo.

Suit merupakan setelan ketika jas dan celana dibuat dari kain yang sama. Warna, tekstur dan karakter bahannya seragam sehingga menghasilkan tampilan yang lebih resmi. Blazer dapat dipadukan dengan celana berbeda, sedangkan sport coat biasanya memiliki karakter yang lebih santai.

Tuxedo berada pada kelompok pakaian malam yang lebih formal. Tuxedo umumnya memiliki detail satin pada lapel serta garis satin pada bagian samping celana. Setelan tersebut lazim dipadukan dengan kemeja putih resmi dan dasi kupu kupu hitam.

Pemahaman mengenai perbedaan tersebut penting karena menggunakan blazer untuk acara business casual tentu berbeda dengan menghadiri undangan bertuliskan black tie.

Dress Code Menjadi Petunjuk Pertama Sebelum Memilih Jas

Undangan acara sebaiknya diperiksa sebelum menentukan pakaian. Istilah dress code bukan sekadar tambahan informasi, melainkan petunjuk mengenai tingkat formalitas yang diharapkan penyelenggara.

Pada undangan bisnis atau sosial, beberapa istilah yang sering ditemukan adalah business formal, semi formal, cocktail attire, black tie optional dan black tie.

Business formal untuk pria biasanya berupa setelan bisnis gelap, kemeja resmi, dasi dengan desain tenang serta sepatu kulit. Semi formal masih membutuhkan setelan jas, tetapi memiliki ruang sedikit lebih luas dalam pemilihan warna dan aksesori.

Sementara itu, black tie berada di tingkat lebih tinggi. Pakaian pria untuk black tie terdiri atas tuxedo hitam beserta celana yang sesuai, kemeja formal putih, dasi kupu kupu hitam dan sepatu formal hitam.

Black Tie Optional Memberikan Pilihan Lebih Fleksibel

Tulisan black tie optional sering membuat tamu bingung. Dress code tersebut sebenarnya memberi dua kemungkinan.

Pilihan pertama adalah memakai tuxedo. Pilihan kedua adalah menggunakan setelan jas berwarna gelap dengan kemeja putih dan dasi konservatif.

Karena tingkat formalitasnya cukup tinggi, jas berwarna sangat terang sebaiknya tidak menjadi pilihan utama ketika menghadiri acara semacam ini.

Setelan navy tua atau charcoal biasanya lebih aman karena tetap terlihat resmi ketika digunakan pada malam hari.

“Jas terbaik untuk sebuah acara bukan selalu yang paling mahal. Pilihan yang paling tepat adalah setelan yang sesuai tingkat formalitas acara, pas pada tubuh dan tidak membuat pemakainya terlihat berusaha terlalu keras,” pendapat penulis.

Jas Navy Menjadi Pilihan yang Sulit Salah

Bagi pria yang hanya ingin memiliki satu atau dua setelan, navy merupakan salah satu warna paling mudah digunakan. Warna tersebut cukup resmi untuk pertemuan bisnis sekaligus tetap sesuai untuk pesta pernikahan dan sejumlah acara keluarga.

Navy menjadi salah satu warna setelan yang populer karena sifatnya netral, mudah dipadukan dan dapat digunakan sepanjang tahun.

Kemeja putih memberikan pasangan paling aman. Dasi burgundy, biru tua, abu abu atau motif kecil dapat digunakan sesuai karakter acara.

Untuk sepatu, navy memiliki fleksibilitas cukup luas. Sepatu hitam menghasilkan penampilan lebih resmi, sedangkan sepatu cokelat tua dapat memberikan kesan sedikit lebih santai. Setelan navy dapat digunakan bersama sepatu hitam maupun cokelat.

Charcoal Cocok untuk Pertemuan Bisnis hingga Pernikahan

Pilihan berikutnya adalah charcoal atau abu abu tua. Warnanya terlihat serius tanpa harus menggunakan hitam sepenuhnya.

Charcoal sangat sesuai untuk pertemuan perusahaan, konferensi, acara resmi kantor, pernikahan serta kegiatan yang membutuhkan penampilan profesional.

Kemeja putih atau biru muda dapat menjadi pilihan. Jika acaranya sangat formal, kemeja putih memberikan tampilan paling bersih.

Setelan charcoal juga relatif mudah dipadukan dengan sepatu hitam. Sepatu cokelat gelap masih bisa digunakan apabila tingkat formalitas acara tidak terlalu tinggi.

Untuk pria yang sering menghadiri kegiatan bisnis, kombinasi dua jas berupa navy dan charcoal sudah dapat memenuhi banyak kebutuhan.

Jas Hitam Tidak Harus Dipakai untuk Semua Acara Resmi

Ada anggapan bahwa jas hitam merupakan pilihan otomatis setiap kali menghadiri acara penting. Padahal tingkat penggunaannya perlu disesuaikan.

Hitam memang sangat formal dan cocok untuk sejumlah acara malam, upacara resmi serta situasi yang menuntut pakaian konservatif. Namun, untuk kegiatan bisnis sehari hari, navy dan charcoal sering memberikan penampilan yang lebih mudah dipadukan.

Pada pernikahan resmi, warna gelap seperti navy, hitam dan charcoal tetap menjadi pilihan umum.

Perbedaan menjadi lebih jelas ketika undangan menetapkan black tie. Pada kondisi tersebut, tuxedo lebih tepat dibandingkan setelan bisnis hitam biasa.

Acara Siang Hari Membuka Pilihan Warna yang Lebih Terang

Tidak semua acara penting berlangsung pada malam hari atau di ballroom. Pernikahan taman, resepsi siang, acara perusahaan luar ruang dan pesta di daerah tropis memungkinkan penggunaan warna yang lebih ringan.

Abu abu muda, tan dan beberapa variasi biru dapat dipertimbangkan selama tidak bertentangan dengan dress code.

Warna lebih ringan seperti biru muda dan tan cocok untuk pernikahan kasual pada musim panas atau acara pada siang hari.

Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, pertimbangan bahan juga menjadi penting. Setelan dengan konstruksi terlalu berat dapat membuat pemakainya cepat merasa panas ketika acara berlangsung di luar ruangan.

Linen dan Katun Cocok untuk Suasana yang Lebih Santai

Linen memiliki karakter ringan dengan tampilan yang sedikit lebih santai. Bahan tersebut sering dipilih untuk pernikahan pantai atau acara luar ruang.

Katun juga dapat menjadi pilihan ketika tingkat formalitasnya tidak terlalu tinggi.

Untuk acara resmi di hotel atau gedung, wool ringan tetap menarik karena jatuh kainnya lebih rapi. Wool juga tersedia dalam banyak tingkat ketebalan sehingga tidak selalu identik dengan bahan berat.

Pemilihan bahan perlu mempertimbangkan suhu ruangan, lokasi acara dan lamanya jas akan digunakan.

Ukuran Bahu Menjadi Bagian yang Paling Sulit Dikoreksi

Setelan yang terlihat bagus di gantungan belum tentu terlihat sama ketika dikenakan. Fit atau kesesuaian ukuran menjadi bagian terpenting dalam memilih jas.

Bagian bahu harus menjadi perhatian pertama. Jahitan tempat lengan bertemu badan idealnya mengikuti posisi bahu pemakai. Jas yang terlalu besar akan membuat bahu tampak turun, sementara ukuran terlalu kecil dapat menimbulkan tarikan pada kain.

Ukuran bahu, dada, lengan, pinggang dan inseam menjadi bagian utama pengukuran setelan. Pengukuran dilakukan saat tubuh berdiri secara alami dengan bahu rileks.

Karena konstruksi bahu relatif rumit, memilih ukuran bahu yang benar sejak awal biasanya lebih baik daripada berharap melakukan perubahan besar melalui penjahit.

Panjang Lengan Jas Tidak Boleh Menutupi Seluruh Kemeja

Kesalahan lain yang mudah terlihat adalah lengan jas terlalu panjang. Idealnya, sebagian kecil manset kemeja masih terlihat ketika tangan berada pada posisi normal.

Jika lengan menutupi hampir seluruh tangan, proporsi jas dapat terlihat terlalu besar. Sebaliknya, lengan yang terlalu pendek membuat setelan tampak kekecilan.

Pengukuran panjang lengan dapat dilakukan dari sambungan bahu menuju tulang pergelangan ketika posisi tangan rileks.

Panjang tersebut kemudian dapat disesuaikan kembali oleh penjahit setelah pemakai mencoba jas bersama kemeja yang biasa digunakan.

Celana Jas Harus Jatuh dengan Bersih

Celana memiliki peran besar terhadap keseluruhan siluet. Celana terlalu panjang akan menumpuk di atas sepatu, sedangkan potongan yang terlalu pendek bisa mengurangi kesan resmi apabila tidak sesuai desain setelan.

Pinggang celana juga sebaiknya pas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada ikat pinggang.

Untuk panjang kaki, ukuran inseam dari bagian atas paha dalam hingga tulang pergelangan dapat digunakan sebagai salah satu dasar menentukan ukuran celana.

Ada beberapa gaya panjang celana yang dapat dipilih. Pemakai setelan klasik biasanya menyukai sedikit lipatan ketika ujung celana menyentuh sepatu. Potongan lebih modern sering menggunakan panjang yang lebih bersih dengan sedikit atau tanpa tumpukan kain.

“Orang sering menghabiskan banyak waktu memilih merek jas, tetapi mengabaikan biaya penyesuaian ukuran. Padahal setelan dengan harga lebih sederhana yang telah disesuaikan penjahit dapat terlihat jauh lebih baik dibandingkan jas mahal yang ukurannya tidak tepat,” pendapat penulis.

Kemeja Putih Tetap Menjadi Pasangan Paling Aman

Kemeja putih memiliki posisi khusus dalam pakaian formal karena dapat digunakan hampir bersama semua warna jas.

Navy dengan putih memberikan tampilan bersih. Charcoal dengan putih terlihat resmi. Setelan hitam dengan kemeja putih juga menjadi kombinasi klasik.

Kerah kemeja perlu memiliki ukuran yang nyaman ketika dikancingkan. Jika mengenakan dasi, kancing paling atas harus dapat ditutup tanpa memberikan tekanan berlebihan pada leher.

Untuk acara bisnis, warna biru muda dapat menjadi alternatif. Pola garis halus juga memungkinkan selama tidak bersaing dengan motif dasi dan jas.

Semakin resmi acaranya, semakin aman menggunakan kemeja polos dengan warna netral.

Dasi Seharusnya Melengkapi Jas, Bukan Menguasai Penampilan

Dasi memberikan kesempatan memasukkan warna tanpa mengubah karakter utama jas. Pada acara sangat resmi, pilih warna yang tenang dengan motif sederhana.

Burgundy, navy, abu abu, hijau gelap dan beberapa warna klasik lainnya dapat dipadukan dengan setelan bisnis.

Untuk acara pernikahan, variasi motif dapat lebih luas selama tetap menghormati tema serta pakaian pengantin.

Business formal umumnya menggunakan dasi konservatif, sejalan dengan prinsip bahwa aksesori sebaiknya tidak menjadi bagian yang terlalu mengalihkan perhatian.

Jika menggunakan pocket square, tidak ada keharusan memilih kain dengan pola yang sama persis seperti dasi. Warna dapat saling berhubungan tanpa harus identik.

Sepatu Menentukan Seberapa Formal Sebuah Setelan Terlihat

Sepatu yang kurang tepat dapat mengubah keseluruhan kesan jas. Untuk acara resmi, sepatu kulit tetap menjadi pilihan utama.

Oxford hitam termasuk opsi paling konservatif. Derby masih dapat digunakan pada banyak acara resmi, sementara loafer memiliki karakter yang sedikit lebih santai tergantung desainnya.

Setelan hitam paling aman dipadukan dengan sepatu hitam. Navy dapat menggunakan hitam atau cokelat. Setelan abu abu juga cukup fleksibel, sedangkan tan umumnya terlihat serasi dengan sepatu cokelat yang lebih gelap.

Warna ikat pinggang sebaiknya mengikuti keluarga warna sepatu. Sepatu hitam dipadukan dengan ikat pinggang hitam, sementara sepatu cokelat menggunakan ikat pinggang cokelat dengan tingkat warna yang mendekati.

Tuxedo Dibutuhkan Ketika Undangan Menuliskan Black Tie

Perbedaan jas dan tuxedo perlu diperhatikan ketika menghadiri pesta resmi. Black tie bukan sekadar permintaan menggunakan setelan serba hitam.

Tuxedo memiliki karakter khusus melalui penggunaan satin pada lapel dan beberapa detail lainnya. Tuxedo menjadi pakaian utama untuk acara black tie.

Susunan pakaian black tie klasik untuk pria antara lain:

  1. Tuxedo berwarna hitam atau midnight blue
  2. Celana tuxedo yang sesuai
  3. Kemeja formal putih
  4. Dasi kupu kupu hitam
  5. Sepatu formal hitam
  6. Kaus kaki resmi berwarna hitam
  7. Cufflink apabila jenis kemeja membutuhkannya

Black tie merupakan tingkat pakaian yang lebih resmi dibandingkan busana bisnis dan banyak digunakan untuk pernikahan, makan malam resmi serta acara formal lainnya.

Jas Tiga Bagian Memberikan Tampilan Lebih Serius

Three piece suit terdiri atas jas, celana dan rompi dari kain yang sama. Setelan ini memberikan kesan lebih formal dibandingkan two piece suit biasa.

Jenis tersebut cocok untuk pengantin pria, acara resmi perusahaan atau pesta dengan tingkat formalitas cukup tinggi.

Rompi juga membuat penampilan tetap rapi ketika jas dilepas, terutama ketika acara berlangsung cukup lama.

Namun, setelan tiga bagian membutuhkan ukuran yang benar. Rompi terlalu longgar akan kehilangan bentuk, sedangkan terlalu sempit dapat membuat bagian depan kemeja tertarik.

Untuk acara pada siang hari di tempat terbuka, pertimbangkan suhu sebelum memilih tiga lapis pakaian sekaligus.

Aksesori Sebaiknya Digunakan Secukupnya

Jam tangan, cufflink, tie bar, pocket square dan pin lapel dapat memperkaya penampilan. Masalah muncul ketika seluruh aksesori digunakan bersamaan tanpa keseimbangan.

Pada pertemuan bisnis, jam tangan sederhana, dasi dan pocket square sudah cukup.

Untuk acara pernikahan, cufflink atau pin kecil dapat memberikan sentuhan yang lebih personal.

Pilihan logam juga sebaiknya dijaga agar selaras. Jika jam menggunakan warna perak, cufflink berwarna serupa biasanya menghasilkan penampilan lebih menyatu.

Fokus utama tetap berada pada setelan yang pas, kemeja bersih dan sepatu terawat.

Jas Perlu Dicoba Bersama Seluruh Perlengkapan Sebelum Hari Acara

Mencoba jas sehari sebelum acara memiliki risiko cukup besar. Perubahan ukuran tubuh, panjang lengan, celana yang belum dipotong atau sepatu baru yang tidak nyaman dapat menjadi persoalan ketika waktu sudah terbatas.

Setelan sebaiknya dicoba lebih awal bersama kemeja, dasi, ikat pinggang dan sepatu yang akan digunakan.

Perhatikan beberapa hal saat berdiri dan duduk:

  1. Bahu jas mengikuti bentuk tubuh
  2. Kancing dapat ditutup tanpa tarikan berlebihan
  3. Kerah jas berada dekat dengan kerah kemeja
  4. Lengan tidak terlalu panjang
  5. Celana nyaman ketika duduk
  6. Ujung celana jatuh rapi di atas sepatu
  7. Tidak terdapat kain yang menggelembung secara berlebihan

Melakukan pemeriksaan lengkap juga memberi waktu bagi penjahit untuk melakukan perubahan apabila masih diperlukan.

Perawatan Jas Menentukan Penampilannya pada Acara Berikutnya

Setelah digunakan, jas sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke lemari dalam kondisi lembap. Gantung dengan hanger yang mampu menopang bentuk bahu dan biarkan kain memperoleh sirkulasi udara terlebih dahulu.

Sikat pakaian dapat digunakan untuk mengangkat debu ringan. Dry cleaning tidak harus dilakukan setelah setiap pemakaian apabila jas tidak terkena noda atau kotoran berat karena proses pencucian kimia yang terlalu sering dapat memengaruhi serat kain.

Kantong jas sebaiknya dikosongkan sebelum disimpan agar bentuk pakaian tidak berubah. Jas juga perlu mendapatkan ruang yang cukup di lemari sehingga tidak tertekan pakaian lain.

Ketika akan digunakan kembali untuk pernikahan, acara perusahaan, pelantikan atau jamuan resmi, periksa kancing, bagian kerah, lipatan celana, kondisi sepatu dan kebersihan kemeja beberapa hari sebelumnya. Dengan persiapan tersebut, pakaian formal dapat kembali digunakan dalam kondisi rapi tanpa harus terburu buru melakukan perbaikan menjelang acara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *